Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

21 July 2009

PUISI AKHLAK

AKHLAK

Banyak makhluk menerpa nikmat

Namun tidak tahu bersyukur nikmat

Ada yang menuai hasil manis

Tapi lidahnya pedis berbau amis

Dalam manusia ada akal

Ia manusiawi, jikalau berbekal

Ia bejat, jikalau tidak dicekal

Manusia adalah mulia

Mulia adalah saat belia

Sayang mulia dewasa terkadang gila

Karena sadar masih berlatih

Karya : Sang Penyair patah, 2009

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Adab dalam bersikap

b. Rima

Puisi ini berima bebas

c. Diksi

Pemilihan kata menggunakan kata denotatif (mudah dipahami)

d. Citraan

Menggunakan imajinasi Perasaan

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas Ironis

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan tingkah laku seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Kita sebagai manusia harus senantiasa berakhlak mulia.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi lahir berawal dari sesuatu keadaan manusia yang mulai kehilangan adab, kehilangan budi pekerti dan akhlak mereka.

b. Amanat/ Pesan

Tatalah kemuliaanmu itu dari belia sampai dewasa.

c. Tujuan

Untuk mengingatkan manusia yang mulai kehilangan arah

d. Bentuk

Puisi di atas berbentuk puisi modern atau bebas. Terdiri dari tiga bait. Bait pertama dan keempat terdiri dari empat larik, dan bait kedua terdiri dari tiga larik.

PUISI KARANGAN BUNGA

KARANGAN BUNGA

Tiga anak kecil

Dalam langkah malu-malu

Datang ke salembah

Sore itu

Ini dari kami bertiga

Pita hitam dari karangan bunga

Sebab kami ikut berduka

Bagi kaka yang ditembak mati

Siang tadi

Karya Taufik Ismail

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Kepahlawanan

b. Rima

Bebas

c. Diksi

Mempunyai kata denotasi (lugas) mudah dipahami.

d. Citraan

Pada bait pertama citraan penglihatan

e. Majas / Gaya Bahasa

Simbolik

“ini dari kami bertiga”

“pita hitam dari karangan bunga”

f. Makna

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Penyair memberikan atau mengingatkan kepada kita semua tentang perjuangan-perjuangan kita yang relah berkorban mempertahankan negara kita.

b. Amanat/ Pesan

Hendaklah kita selalu mengingat atau mengenang atas jasa pahlawan yang relah berkorban untuk negara.

c. Tujuan

Untuk mengingatkan kita kembali atau mengulang para pahlawan yang telah gugur.

d. Bentuk

Puisi di atas terdiri dari dua bait. Bait pertama terdiri dari empat larik dan bait kedua terdiri dari lima larik dan puisinya merupakan.kisah tentang perjuangan warga negara sampai akhirnya meninggal demi memperjuangkan haknya

PUISI MENYESAL

MENYESAL

Pagiku hilang, sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Sekarang petang sudah membayang

Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai dipagi hari

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa guna kusesalkan

Menyesal tua tidak berguna

Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan

Atur barisan di pagi hari

Menuju kearah padang bakti

Karya A. Hasjmy

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Perjuangan Nasib

Pada kutipan “ Atur barisan di hari pagi

Menuju ke arah padang bakti “

b. Rima

Bait pertama dan kedua berima silang

Bait ketiga dan keempat berima bebas

c. Diksi

Pemilihan kata menggunakan kata denotatif (mudah dipahami)

d. Citraan

Menggunakan imajinasi visual (penglihatan)

Pada kutipan :

Pagiku hilang, sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Sekarang petang sudah membayang

Batang usiaku sudah tinggi

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas Repetisi

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan penyesalan yang dialami oleh seseorang ketika masa mudanya tidak digunakan sebaik-baiknya, sehingga menimbulkan penyesalan pada usia tuanya.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi di atas terinspirasi oleh pengalaman hidup yang berupa penyesalan karena tidak memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, sehingga menimbulkan penyesalan di masa tuanya. Dan penyair juga ingin memaparkan gejolak penyesalannya.

b. Amanat/ Pesan

Penulis berpesan kepada kita janganlah menyia-nyiakan waktu selagi ada kesempatan, menyesal dikemudian hari tidak lagi berguna.

c. Tujuan

Penyair ingin menyampaikan kepada pembaca agar kita tidak menyia-nyiakan masa muda agar di masa tua kita tidak menyesal.

d. Bentuk

Puisi di atas memiliki irama datar dan dibuat secara melankolis yang di dalamnya pada bait pertama dan kedua masing-masing terdiri dari empat larik dan pada bait ketiga dan bait keempat masing-masing terdiri dari tiga larik

PUISI PERLAWANAN

PERLAWANAN

Sebab terlalu lama meminta

Tangan terkoyakulai bagai terkoyak

Sebab terlalu pasrah pada derita

Kesetiaan makin diinjak

Demi amanat dan beban rakyat

Kami nyatakan ke seluruh dunia

Telah bangkit di tanah air

Sebuah perlawanan

Terdapat kepalsuan dan kebohongan

Yang bersarang dalam kekuasaan

Orang-orang pemimpin gadungan

Maka pagi ini

Dengan resmi

Kami mulai

Aksi demonstrasi

Pernyataan ini

Di sahkan di Jakarta

Mahasiswa Indonesia

Karya : Mansur Samin

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Demonstrasi Mahasiswa

b. Rima

Puisi di atas menggunakan rima sebagai berikut :

Bait I rima silang

Bait II rima bebas

Bait III rima sama

Bait IV rima sama

c. Diksi

Bermakna lugas atau denotatif (mudah dipahami)

d. Citraan

Pencitraan penglihatan dan perasaan

e. Majas / Gaya Bahasa

Asosiasi (Perbandingan dengan memperbandingkan sesuatu keadaan lain yang sesuai dengan keadaan/gambar – gambar sifat-sifat.

Pada kutipan “ Tangan terkulai bagai terkoyak “

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan perlawanan oleh para mahasiswa terhadap pemerintah yang tidak peduli terhadap rakyat. Mereka melakukan demonstrasi sebagai bukti protes ateis adanya pemerintahan yang curang dan kekuasaan yang dipenuhi oleh kepalsuan dan kebohongan.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi perlawanan karya Mansur samin diciptakan menjelang pemberontakan G30 S PKI. Karena mahasiswa tidak menyetujui dengan adanya kekuasaan yang menonton oleh pihak pemerintah.

b. Amanat/ Pesan

Penulis ingin menyampaikan kepada kita untuk selalu waspada terhadap kepemimpinan yang tidak bertanggung jawab kita dituntut untuk tidak mengikuti kepemimpinan yang tidak adil dan tidak mengindahkan hak-hak rakyat. Kita harus melakukan perlawanan selama di jalan yang benar

c. Tujuan

Puisi di atas memiliki tujuan yang bertema pendidikan sekaligus sebagai rujukan agar kita tidak terjebak dalam kepemimpinan yang curang dalam artian kepemimpinan yang mengutamakan rakyat padahal tidak pernah peduli terhadap hati nurani rakyat (mengabaikan hak-hak rakyat)

d. Bentuk

Puisi perlawanan tidak mengutamakan larik (bebas). Puisi di atas terdiri tiga bait. Bait pertama terdiri dari empat larik, bait kedua terdiri dari sebelas larik, dan bait ketiga terdiri dari tiga larik

PUISI MELATI

MELATI

Kau datang dengan menari, tersenyum simpul

Seperti dewi, putih, kuning, ramping halus

Dalam sinar matahari, membuat timbul

Di dalam hati birahi yang suci permai

Jiwa termenung, terlena dalam samadi

O, Melati memandang seperti pamadi

Kebakaan kuras, luas tenaga dan damai

Engkau tinggal sebagai bunga dalam taman

Kenang-kenangan: dipetik tidakkan dapat

Biar warna dan wangi engkau berikan

Engkau seperti bintang dibalik awan

Terkadang-kadang sejurus berkiat-kiat

Tapi jauh takan tercapai tangan

Karya : Sanusi Pene

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Kekaguman

b. Rima

Puisi di atas menggunakan rima bebas

c. Diksi

Diksi bermakna konotasi atau bukan makna yang sebenarnya.

d. Citraan

a)Imajinasi visual (penglihatan)

Kutipannya,” O, Melati memandang seperti pamadi”

b) Imajinasi perabaan

“ Kenang-kenangan: dipetik tidakkan dapat.

Imajinasi perasaan

“ Di dalam hati birahi yang suci permai.”

c) Imajinasi visual, alfaktory (penciuman) dan perabaan.

“ Biar warna dan wangi engkau berikan.”

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas Simbolik / perlambangan

Penulis melambangkan seorang gadis dengan kata “Melati”

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan kekaguman seseorang terhadap gadis yang disimbolkannya dengan nama bunga “Melati”. Dia melukiskan kecantikan yang dimilki itu seolah-olah seperti bunga yang dapat memikat siapa saja yang melihatnya.

Sehingga si gadis akan selalu mendapat perhatian siapa saja . Akan tetapi, mereka tidak bisa mendapatkan si gadis, mereka hanya bisa menikmati kecantikan dan kemolekannya dari jauh.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Penyair ingin menuangkan sepenggal kisah hidupnya ke dalam puisi. Yaitu kisah sewaktu muda dulu, kisah cintanya yang penuh dengan suka cita.

b. Amanat/ Pesan

Secara tersirat penulis ingin menyampaikan kepada kita untuk selalu mengingat dan memuji kebesaran Tuhan dengan melihat segala bentuk ciptaan-Nya. Sehingga kita bisa menjadi orang yang selalu mensyukuri karunia Tuhan.

c. Tujuan

Puisi di atas memiliki tujuan supaya kita selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada kita.

d. Bentuk

Puisi di atas terdiri dari tiga bait. Bait pertama terdiri dari lima larik dan bait kedua, ketiga masing-masing terdiri dari empat larik

PUISI DO’A SUCI

DO’A SUCI

Hembusan angin sepi

Sejukkan hati

Menembus pori

Getarkan nurani

Di subuh nan sunyi

Dalam hening sepi

Setetes air membasahi

Dalam wudhu yang suci

Terpanjat do’a kehadirat ilahi

Semoga terampuni

Di bumi

Di kemudian hari

Karya Sampe Amiruddin

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Temanya adalah “ Do’a Suci”

b. Rima

Puisi di atas dari bait pertama sampai akhir menggunakan rima sama

c. Diksi

Kata yang digunakan dalam puisi ini yaitu menggunakan kata yang bermakna denotatif karena semua lariknya bisa dimaknai dengan aslinya.

d. Citraan

Menggunakan Pencitraan Perasaan, pada kutipan “ Sejukkan hati”

e. Majas / Gaya Bahasa

Menggunakan majas personifikasi, pada kutipan “Hembusan angin sepi”

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan seorang yang merenungi dosa-dosanya dan dia ingin kehidupan yang akan datang lebih baik dari pada masa lalu.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Gambaran kejadian dalam puisi ini terjadi pada waktu subuh di daerah yang berangin semilir mengenai tubuh dan terasa hembusannya yang dingin di setiap kulit kita

b. Amanat/ Pesan

Pesan dan amanat yang terdapat dalam puisi ini adalah pembaca dan pendengar bisa memahami betapa sejuknya suasana pada waktu subuh ketika kita terbangun untuk berwudhu memohon do’a meminta ampunan Allah SWT

c. Tujuan

Puisi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keindahan kepada pembaca dan pendengar. Selain itu puisi ini juga bertujuan untuk memberi amanat bahwa dalam hidup ini terlalu banyak dosa dan kita perlu menutupinya dengan amal-amal yang baik .

d. Bentuk

Puisi di atas terdiri dari tiga bait. Dan masing –masing bait terdiri dari empat larik

PUISI MENYESAL

MENYESAL

Pagiku hilang, sudah melayang

Hari mudaku sudah pergi

Sekarang petang sudah membayang

Batang usiaku sudah tinggi

Aku lalai dipagi hari

Beta lengah di masa muda

Kini hidup meracun hati

Miskin ilmu, miskin harta

Akh, apa guna kusesalkan

Menyesal tua tidak berguna

Hanya menambah luka sukma

Kepada yang muda kuharapkan

Atur barisan di pagi hari

Menuju kearah padang bakti

Karya A. Hasjmy

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Penyesalan

b. Rima

Bait pertama dan kedua berima silang

Bait ketiga dan keempat berima bebas

c. Diksi

Pemilihan kata menggunakan kata denotatif (mudah dipahami)

d. Citraan

Menggunakan imajinasi visual (penglihatan)

“ Sekarang petang sudah membayang”.

Menggunakan imajinasi perasaan

“Akh, apa guna kusesalkan”

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas Repetisi

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan penyesalan yang dialami oleh seseorang ketika masa mudanya tidak digunakan sebaik-baiknya, sehingga menimbulkan penyesalan pada usia tuanya.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi di atas terinspirasi oleh pengalaman hidup yang berupa penyesalan karena tidak memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya, sehingga menimbulkan penyesalan di masa tuanya

b. Amanat/ Pesan

Penulis berpesan kepada kita agar sejak awal mempersiapkan hari depan yang baik yaitu dengan menuntut ilmu secara sungguh-sungguh.

c. Tujuan

Penyair ingin menyampaikan kepada pembaca agar kita tidak menyia-nyiakan masa muda agar di masa tua kita tidak menyesal.

d. Bentuk

Puisi di atas memiliki irama datar dan dibuat secara melankolis yang di dalamnya pada bait pertama dan kedua masing-masing terdiri dari empat larik dan pada bait ketiga dan bait keempat masing-masing terdiri dari tiga larik

PUISI OJEK PERAHU

OJEK PERAHU

Di kala petang berangsur tenggelam

Aku duduk di tepi sungai

Memandang air mengalir

Menerawang orang di seberang

Kau berjalan jauh, padahal dekat

Kau berkeliling jauh, padahal dekat

Kan kusediakan perahu untukmu

Untuk menyeberangi sungai itu

Ini peluangku

Inilah mata pencaharianku

Dan ini pulalah sumber rezekiku

Ayo, naik perahu

Ayo, menyeberangi sungai

Agar kau cepat sampai

Karya Isna

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Ojek perahu

b. Rima

Bait pertama menggunakan rima bebas

Bait kedua menggunakan rima aa-bb

Bait ketiga menggunakan rima sama

Bait keempat mengunakan rima bebas

c. Diksi

Puisi di atas menggunakan pilihan kata denotasi yaitu lugas dan mudah dipahami.

d. Citraan

Puisi di atas menggunakan pencitraan visual yang membuat pembaca seolah-olah melihat sendiri apa yang dikemukakan penyair, itu dapat terlihat di bait pertama larik ketiga dan keempat.

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas perbandingan yaitu Aptronim, dengan sifat atau pekerjaan seseorang.

f. Makna

Makna atau arti puisi di atas adalah seorang yang kerjanya menyeberangkan orang di sungai dengan menggunakan perahu, dia selalu menunggu penumpang untuk diseberangkan karena itulah mata pencahariannya.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Yaitu dari segi keunikan pekerjaan masing-masing orang dan ojek perahu ini sangat bermanfaat bagi sebagian orang sebagai alat transportasi.

b. Amanat/ Pesan

Janganlah merendahkan atau meremehkan orang karena melihat dari pekerjaannya karena reski itu sudah diatur oleh yang Maha Kuasa, tinggal bagaimana kita mencarinya dengan jalan yang halal.

c. Tujuan

Tujuan penulisan di atas adalah memberikan atau menginformasikan kepada pembaca tentang aktifitas sebahagiaan orang dalam mencapai rezekinya.

d. Bentuk

Puisi di atas terdiri dari empat bait, dalam bait pertama terdiri dari empat larik, begitupun juga dengan bait kedua. Bait ketiga dan keempat dalam satu baitnya terdiri dari tiga larik

PUISI RENDEZVOUS

RENDEZVOUS

Sejarah telah singgah

Ke kemah kami

Ia menegur sangat ramah

Dan mengajak kami pergi

Saya sudah mengetuk-mengetuk

Pintu yang lain

Katanya

Tapi amat heran

Mereka berkali-kali menolakku

Di ambang pintu

Kini kami beratus ribu

Mengiringkan langkah sejarah

Dalam langkah yang seru

Dan semakin cepat

Semakin dahsyat

Menderu-deru

Dalam angin berputar

Badai peluru

Topan bukit batu

Karya Taufik Ismail

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Perjuangan

b. Rima

Bait pertama menggunakan rima silang

Bait kedua dan ketiga menggunakan rima bebas

c. Diksi

Setiap bait bermakna konotasi, artinya, bukan makna yang sebenarnya.

d. Citraan

Puisi di atas menggunakan pencitraan perasaan

e. Majas / Gaya Bahasa

Personifikasi yaitu majas yang menggambarkan benda-benda seolah-olah bersifat seperti manusia.

f. Makna

Puisi rendezvous menggambarkan semangat dan kesabaran para pejuang untuk meraih kemenangan.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Perjuangan para pemuda atas terjadinya suatu pergolakan.

b. Amanat/ Pesan

Dalam menghadapi masalah kita harus menelusuri masalah itu kemudian mengambil langkah yang tegas.

c. Tujuan

Untuk mengingatkan pada kita bahwa dalam perjuangan sesuatu perlu adanya kerja keras, semangat, kesabaran dan kebersamaan.

d. Bentuk

Bentuk puisi termasuk bebas. Yaitu pada bait pertama terdiri dari 4 larik, bait kedua 6 larik dan bait ketiga 9 larik

20 July 2009

PUISI PANTAI SANUR

PANTAI SANUR

Dalam perjalanan menuju pagi

Kegelapan di tengah malam

Telah kau gantikan

Keganasan ombak

Dan riuhnya percikan air

Menyertaimu

Peristiwa silam

Terkubur

Tenggelam bersamamu

Burung-burung gagak menjerit-jerit

Menanam bah misteri

Di pantaimu

Senja cinta

Menemanimu

Keindahan abadi

Tertawa dalam kalbu

Yang selalu ingat di dalam diriku

Dan kau akan ku kenang selalu

Karya Chairil Anwar

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Kenangan

b. Rima

Pada bait pertama, kedua, ketiga dan keempat rima bebas. Pada bait kelima adalah rima sama.

c. Diksi

kata denotatif : kegelapan di tengah malam.

d. Citraan

Puisi di atas menggunakan pencitraan pendengaran dan penglihatan

e. Majas / Gaya Bahasa

Personifikasi

f. Makna

Makna atau arti puisi di atas adalah kenangan seseorang yang meninggalkan bekas yang tidak akan pernah dilupakan.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Pencitraan puisi di atas disebabkan karena panorama alam (pantai) sehingga pengarang terinspirasi yang mengingat kenangan yang pernah di alaminya sehingga dituangkan ke dalam sebuah puisi.

b. Amanat/ Pesan

Secara tersirat penulis ingin menyampaikan kepada kita untuk senantiasa tidak larut dalam kesedihan yang telah menimpa kita. Dan jadikanlah semua itu pelajaran berharga.

c. Tujuan

Dengan membaca puisi di atas kita mengetahui pengalaman yang dialami oleh pengarang dengan masa lalunya yang sampai saat ini masih di hatinya.

d. Bentuk

Puisi di atas penulis menuangkan perasaannya dalam bentuk-bentuk rima atau nada yang romantik. Pada setiap larik mayoritas dituliskannya dengan menggunakan pencitraan penglihatan (visual), pendengaran dan perasaan

PUISI TAKUT66 TAKUT98

TAKUT66 TAKUT98

Mahasiswa takut pada dosen

Dosen takut pada dekan

Dekan takut pada rektor

Rektor takut pada mentri

Mentri takut pada presiden

Presiden takut pada mahasiswa

Karya : Taufik Ismail 1998

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Hirarki pertanggungjawaban

b. Rima

Rima yang digunakan pada puisi di atas adalah rima bebas

c. Diksi

Pilihan kata denotatif artinya mudah dipahami atau bermakna lugas.

d. Citraan

Menggunakan citraan Perasaan

e. Majas / Gaya Bahasa

Menggunakan Majas Metafora

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan kehidupan sosial, khususnya dalam sebuah instansi yang tentunya memikul amanah dan setiap amanah itu, mesti dipertanggungjawabkan terhadap instansi yang menaunginya yang memberikan amanah.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Kediktatoran rezim Orde Baru telah dirasakan mencapai titik kulminasi, sehingga memaksa para elit politik dari golongan radikalisme beserta para mahasiswa mengambil inisiatif untuk melakukan revolusi.

b. Amanat/ Pesan

Jalanilah hidup dengan penuh rasa kejujuran dan bertanggung jawab.

c. Tujuan

Tanggal 13-14 mei 1998 adalah suatu momentum sebagai tolok ukur awal reformasi di segala bidang, baik reformasi birokrasi, reformasi hukum maupun yang lainnya. Sehingga tatanan kehidupan kenegaraan di negara ini bisa betul-betul menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

d. Bentuk

Puisi di atas berbentuk sektet yaitu terdiri dari enam larik dalam satu bait

19 July 2009

PUISI NYONTEK

NYONTEK

Kubuka perlahan bukuku

Sesaat aku bingung dan ragu

Mulai bereaksi jemariku

Terasa gemetar badanku

Ketika menoleh kebelakang

Telah berdiri guruku

Tersenyum menarik bukuku

Betapa malunya diriku

Tak akan kuulangi

Perbuatan seperti ini

Demi masa depanku sendiri

(karya Kario Medi)

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Pengalaman seseorang menyontek

b. Rima

bait pertama dan ketiga berima sama

bait kedua berima aa - bb

c. Diksi

Bermakna lugas (mudah dipahami)

d. Citraan

Imajinasi visual / penglihatan

e. Majas / Gaya Bahasa

Klimas penegasan dengan menyatakan beberapa hal berturut-turut makin lama makin memuncak.

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan tentang pengalaman seseorang dalam menyontek. Ketika dia ingin menyontek gurunya tahu dan mengambil bukunya. Karena ketahuan menyontek dia merasa malu dan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi di atas di latar belakangi olah adanya kebiasaan-kebiasaan malas belajar, sehingga membuat seseorang menyontek yang semestinya kebiasaan buruk tersebut harus di hilangkan.

b. Amanat/ Pesan

Puisi nyontek secara tidak langsung memberikan informasi kepada kita untuk tidak menyontek karena perbuatan tersebut bisa membuat malu terhadap diri sendiri.

c. Tujuan

Puisi “menyontek” memberikan tujuan yang mengarah pada hiburan. Karena pengarang menceritakan pengalaman seseorang ketika menyontek

d. Bentuk

Puisi di atas berbentuk lugas ( mudah dipahami), bermajas / gaya bahasa klimaks dan berimajinasi visual penglihatan

18 July 2009

PUISI HAMBA BURUH

HAMBA BURUH

Aku menimbang-menimbang mungkin

Kita berdua menjadi satu

Gaji dihitung-hitung

Cukup tidak untuk berdua

Hati ingin sempurna dengan engkau

Sama derita sama gembira

Kepala Pusing menimbang

Menghitung-hitung uang bagi kita

Aku ingin hidup damai tua

Mikir anak istri setia

Kalbu pecah merasa susah

Hamba buruh apa dikata

Oleh Armin Pane

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Nasib buruh

b. Rima

Bersajak bebas / menggunakan rima bebas

c. Diksi

Pilihan kata bermakna lugas atau mudah dipahami

d. Citraan

Citraan yang digunakan oleh puisi di atas adalah pencitraan perasaan. Sama derita sama gembira.

e. Majas / Gaya Bahasa

Majas yang digunakan adalah majas repetisi, pengulangan kata aku

f. Makna

Puisi di atas menggambarkan tentang kesulitan atau kesedihan yang dirasakan oleh seorang buruh. Karena pendapatan yang diperoleh tidak mencukupi kebutuhan keluarga.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

Puisi di atas merupakan gambaran perasaan sedih yang dialami oleh seorang hamba buruh yang dituangkannya ke dalam sebuah puisi. Dimana dia bercerita tentang kepedihan hidupnya sebagai seorang buruh.

b. Amanat/ Pesan

Penulis ingin menyampaikan kepada kita, agar kita tidak putus asa terhadap apa yang kita jalani. Tetapi, harus tetap optimis untuk mendapatkan hasil yang lebih baik sehingga nasib kita bisa berubah.

c. Tujuan

Puisi ini mempunyai tujuan yang mengajak pembaca atau pendengar untuk selalu memperhatikan nasib seorang petani.

d. Bentuk

Bentuk puisi “hamba buruh” terdiri dari bait yang dibuat teratur, sehingga hampir semua larik memiliki susunan kata yang sama jumlahnya

17 July 2009

PUISI IBU

IBU

Sembilan bulan kau mengandung

Hingga aku dilahirkan

Kau didik dan besarkan aku

Penuh cintah dan kasih

Jasamu tak mungkin dapat kubalas

Hanya doa untukmu

Semoga Tuhan memberi kedamaian

Dan tempat yang terbaik untukmu

ANALISIS INTRINSIK

a. Tema

Mengenang Jasa Ibu

b. Rima

Menggunakan rima bebas

c. Diksi

Menggunakan pilihan kata denotasi / lugas (mudah dimengerti)

d. Citraan

Menggunakan Citraan Perasaan

e. Majas / Gaya Bahasa

f. Makna

Puisi di atas menceritakan tentang seorang anak yang selalu mengenang jasa seorang ibu sejak dari kandungan hingga beranjak dewasa.

ANALISIS EKSTRINSIK

a. Latar Belakang

latar belakang penciptaan puisi ini, pengarangnya sangat peduli akan jasa-jasa seorang ibu, sehingga dalam puisi ini lebih banyak memanjatkan doa terhadap seorang ibu yang telah melahirkan dan membesarkan tanpa mengenal lelah.

b. Amanat/ Pesan

dalam puisi ini menyampikan pesan atau amanat, kepada pembaca antara lain :

Hendaknya kita selalu berbuat baik kepada ibu yang telah melahirkan kita ke dunia.

Mengingat akan jasa-jasa seorang ibu yang telah mendidik dan membesarkan kita dengan penuh cinta dan kasih.

Jangan pernah durhaka pada ibu.

c. Tujuan

Puisi ini memiliki tujuan yang mengajak pembaca untuk selalu berbakti terhadap ibu.

d. Bentuk

menggunakan imajinasi perasaan. Imajinasi yang membuat pembaca seolah-olah merasakan sendiri apa yang dikemukakan penyair